Awal Juli 2014 gua menjadi siswa
diSMA berarsama ini. Gua dan semua teman gua mengikuti Masa Orientasi Siswa
Asrama karena kita siswa sekolah yang tinggal diasrama dan mengikuti Masa
Orientasi Siswa karena kita rakyat asrama yang bersekolah. Pas Masa Orientasi
Siswa Asrama banyak kakak kelas langsung manggil gua dengan nama gua (iyalah
masa nama kakak gua) padahal gua gak pake nametag. Gila pas ngalamin itu gua
gak bisa berkata – kata, apakah dia
penguntit? Apakah dia penyihir? Apakah dia debt collector? Apakah dia mata –
mata? Apakah dia agen rahasia? Apakah dia nyokap gua? Apakah dia gua? Apakah
dia kakak kelas gua? Iya sih dia kakak kelas gua.
“Loh, tau namaku dari mana kak?” Tanya gua karena bingung dan sangat curiga.
“kakakmu, kel” jawab dia
Oh iya ya, gua baru inget kalo kakak gua sering ceritain gua. Gua juga paling mencolok disana karena paling tinggi dan paling keliatan dari kejauhan. Seumpama kalo gua foto berbanjar, dalam beberapa detik gua langsung ditemukan sehingga dulu pas gua SMP gua main petak umpet ngumpet dipohon karena saudara gua akan selalu menjaga gua.
“Loh, tau namaku dari mana kak?” Tanya gua karena bingung dan sangat curiga.
“kakakmu, kel” jawab dia
Oh iya ya, gua baru inget kalo kakak gua sering ceritain gua. Gua juga paling mencolok disana karena paling tinggi dan paling keliatan dari kejauhan. Seumpama kalo gua foto berbanjar, dalam beberapa detik gua langsung ditemukan sehingga dulu pas gua SMP gua main petak umpet ngumpet dipohon karena saudara gua akan selalu menjaga gua.
Saat
MOSA ( Masa Orientasi Siswa Asrama) gua dan temen – temen gua dikasih
permainan, yaitu suruh cari kakak kelas dengan ciri – ciri yang tertera
dikertas. Sebelumnya kita dibagi kelompok, gua dapet kelompok dengan temen gua
yang keliatannya udah tua dan kayak veteran pelajar meskipun sebenernya iya,
sebut saja Perdo. Kelompok yang gua tempati mendapat ciri – ciri kakak kelas
yang harus kita cari adalah seperti JuPe. Namanya juga laki, gua dan Perdo
langsung nge-judge “pasti dia toge,
kalo gak toge pasti berisi setidaknya.” Ternyata yang dimaksud kayak JuPe
adalah mukanya, kita berdua bete dan males melakukan aktivitas selanjutnya.
Aktivitas
selanjutnya sebenarnya perkenalan diri kepada kakak kelas dan temen seangkatan.
Temen – temen gua memperkenalkan diri masing masing secara mainstream. Kayak,
“Halo, nama saya Jones asal dari Jakarta hobi nonton, main ps, nonton yang main
ps.” Sedangkan gua memikirkan kata kata yang keren buat memperkanlkan diri,
akhirnya ketemu dan dengan kerennya memperkenalkan diri kayak gini. “Halo, nama
saya Michael Anwar asal dari Bogor, hobi main basket tapi gak bisa mainin
perasaan.” Tapi gua seketika jadi gak keren gara gara gak ada yang ngerespon.
Terus tinggal gua sendiri yang bete.
Besoknya
ketika sedang asik tidur gua mendengar suara lonceng pada jam 4 pagi. Seketika
gua langsung terbangun dan kakak kelas masuk kekamar tidur angkatan gua dan
treak treak gak jelas suruh cepet cepet mandi. Tentang lonceng yang berbunyi
jam 4 membuat gua selalu terbangun dan langsung cepat – cepat ambil alat mandi
dan mandi (iyalah). Ada satu insiden
dimana temen gua mandi sendiri sedangkan yang lain mandi berdua sampe bertiga.
Kakak kelas gedor – gedor kamar mandi yang isinya hanya seorang pria yang
telanjang.
“Bentar” kata temen gua. Gedor-an berlanjut.
“Sebentar aduh.” Sahut temen gua yang sudah mulai terdengar gelisah. Gedor-ran semakin kencang dan liar.
“Siapa?” Tanya temen gua sambil treak dikit, biar sangar gitu kesannya
“Ini gua Mata!” teriak kakak kelas gua dengan berang meskipun akting.
Temen gua seketika itu jgua langsung buka pintu. Gua sebagai saksi mata mengakui betapa hebatnya jadi kakak kelas diasrama ini.
“Bentar” kata temen gua. Gedor-an berlanjut.
“Sebentar aduh.” Sahut temen gua yang sudah mulai terdengar gelisah. Gedor-ran semakin kencang dan liar.
“Siapa?” Tanya temen gua sambil treak dikit, biar sangar gitu kesannya
“Ini gua Mata!” teriak kakak kelas gua dengan berang meskipun akting.
Temen gua seketika itu jgua langsung buka pintu. Gua sebagai saksi mata mengakui betapa hebatnya jadi kakak kelas diasrama ini.
Kelakuan
gua selama Masa Orientasi bisa dibilang bermuka dua kalau dibandingin kelakukan
gua beberapa bulan kemudian. Setiap rabu angkatan gua pergi kegereja pagi, kita
kegereja selalu jam 5 pagi. Sialnya, karena hari itu hari rabu angkatan gua dikumpulin
jam 4.30 setelah mandi dengan air yang dinginnya kayak es batu dan disuruh
muterin lapangan dengan alasan kakak kelas adalah pemanasan. Setelah lari –
lari kita disuruh kegereja sama kakak kelas. Setelah mengikuti misa kita jalan
balik ke asrama. Tiba – tiba kakak kelas lari lewatin kita “Woi, mau makan pagi
gak lu? Lari!” seketika kita semua lari sprint demi makanan. Capek – capek lari
ternyata masih jam 06.10 terus makan santai ditemani nasi dengan kuah keringat.
Setelah makan kita berangkat sekolah jam 06.30 buat ikutin MOS sekolah.
Sayangnya
beberapa bagian MOS gua lupa, terlihat nekad kan? Berani nulis cerita beginian
terus lupa sama ceritanya. Ya, minta maaf kalo ada lupa. Lagi pula kenapa orang
bisa lupa suatu kejadian? Karena gak gitu keren buat gua. Setidaknya apa yang
gua tulis diblog ini adalah yang asik menurut gua. Cerita selanjutkan akan
segera dibuat.

